Kisah pilu di balik kematian diego mendieta

Cerita Pilu Penyerang Persis Solo "DIEGO MENDIETA"

Diego Mendieta atau akrab disebut Diego menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (4/12/2012) dinihari WIB di RS Dr Muwardi. Diego yang sbelumnya di rawat di RS Islam Surakarta Yarsis dan RS PKU Muhammadiyah ini terpaksa pulang karena tidak ada biaya.

Kabarnya Diego tak punya uang karena gaji selama empat bulan dan uang muka kontrak yang menjadi haknya dikabarkan belum dibayarkan oleh pihak klub.

Diego menyumbang 8 gol untuk Laskar Sambernyawa musim lalu dikabarkan menderita virus Cylomegalo terdeteksi telah menyerang mata hingga otak. Selain itu, jamur Candidiasis telah menyerang kerongkongan dan saluran pencernaan . Sebelum di bawa ke Rumah Sakit Diego mengeluh tidak enak badan, kepala pusing, dan sering muntah.

Diego menempati Kamar nomor 8 di lantai satu sebuah kos di Kampung Kalitan, Solo,.Untuk tinggal di dalam kamar ukuran 4 x 3,5 meter tersebut, Mendieta seharusnya membayar Rp 1.150.000 per bulan. Namun dia harus menunggak bayaran untuk beberapa bulan terakhir, karena kondisi keuangannya. Dia juga kesulitan memperpanjang visa dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara), karena tidak mampu membayar perpanjangannya.

Hari ini Rabu (5/12/2012) Diego diberangkatkan untuk dimakamkan di negara asalnya Paraguay. Sebelum meninggal, Diego Mendieta mengaku ingin pulang ke Paraguay untuk menjenguk istri dan ketiga anaknya yang masih kecil.



Kata - kata terakhir diego




Gak minta gaji Full
Aku
Cuma minta tiket pesawat
Biar bisa pulang
Ketemu MAMAH
Dan
Mati di negara saya
RIP#Diego Mendieta.

Foto sa'at sakit

0 comments:

Post a Comment

 

Everything at once Copyright © 2012-2013 | Powered by Blogger