Alasan mengapa machintosh jarang di beli



1. Super mahal…

Wah yang ini sih kayaknya nggak perlu penjelasan lebih lanjut. Harga Mac, bahkan yang entry level pun tetap lebih mahal dari harga PC. Jika pengguna Mac ditanya; “Do you need all of these features?” Mereka pasti menjawab iya… Yeah right! Paling mereka sehari-hari dipakai buat ngetik, denger lagu, browsing internet… berita baru tuh. Unless you’re professionals in musics, movie industry, advertising.. then punya Mac seperti punya Nokia E90 tapi cuma dipakai untuk ngobrol dan sms. Kalau cuma mahasiswa dan pelajar sih beli aja laptop Sony atau Lenovo yang masih lebih murah daripada Mac. You still can do anything in a moderate way, not industry way.

2. Spare part sulit…

That’s right baby… pergi aja ke Mangga Dua. Paling cuma ada ga sampe 5 toko Mac. Itu juga spare part yang dibutuhkan belum tentu ada sekarang. Kalaupun ada harganya pasti selangit. Apa? Mac nggak bakal rusak? Hmm coba browse ke:http://www.macfixitforums.com/postli...&Board=Forum35

Login windows stuck, lower case “S” key not working, menu bar keeps flashing, I can’t drag and drop. Huuuu penonton kecewa. Waduh… gimana tuh? Kok bisa rusak?

3. Bukan Windows…

Let’s face it people… everywhere is windows, even you have windows in your bedroom. Jendela itu memang benar-benar mengubah cara dunia mempelajari komputer. Suka atau tidak suka, Mac harus bergaul dengan Windows untuk marketingnya. Buktinya, Mac mengeluarkan iTunes versi Windows. Itu tandanya sang buah apel takut kehilangan customernya yang kebanyakan pengguna Windows.

4. Tidak bisa main game kebanyakan…

Kalau kamu buka majalah game kesayangan, disitu tertulis; XBOX, PS2, Dreamcast, Wee, dan guess what… PC!!! Terus buat cewek-cewek yang seneng maen Zuma, hmm kayaknya agak sulit cari Zuma di Mac. Buat cowok-cowok yang suka maen Dota, waduuh kayaknya lu olang salah beli kompiuter yaa… lu olang mau main gim apa mau ngeceng?

5. Tidak bisa dioprek…

Salah besar kalau mau ngoprek pakai Mac. They’re not Oprek-able. Can’t custom your speed, can’t tweak its graphics performance, can’t rebuilt appearances, can’t do anything you like lah pendeknya. What’s the fun in that? Sedikit-sedikit ada tulisan, please consult technician… and you know what’s next. Technicians need money. Jadi bukannya tambah pinter dengan beli Mac, malah tambah malas dan kurang menarik.

6. Pasti built up…

Wah, kalau mobil import sih oke. Mahal gpp, tapi kalo komputer built up? Isn’t it a little too dramatic? Every parts must be approved by Apple. Ini nih yang bikin mahal… arogansi teknologi namanya.

7. Sulit diupgrade…

Dah jelas nih… mau tambah ini itu ga bakalan bisa seenaknya. Casing yang super duper introvert dan sulit dicustom plus tidak tersedianya banyak hardware thirdparty, membuat Mac itu… should I say: kurang asik.

8. Tidak bisa beralih fungsi…

Jika sudah kuno atau ketinggalan zaman, kebanyakan mesin Mac cuma jadi rongsokan dan berdebu di pojok ruangan. Coba bandingkan dengan PC, PC sekelas 486 masih bisa dijadikan server/router menggunakan Linux. For the record, PC dengan prosessor 486 itu waktu saya masih kelas 3 SMP baru keluar, sekitar tahun 1993. Banyak lo yang masih memanfaatkan PC bekas untuk fungsi lain.

9. Service center kurang…

Ah ini sih nggak usah ditanya. Udah service center kurang, terus yang ngerti mesin ini juga jarang. Jika user memakai Mac di katakanlah… Irian Jaya, bagaimana memperoleh support di situ? Sedangkan PC, most of us know how PC works. Kurikulum Pengantar Teknologi Informasi sekarang mengacu ke teknologi PC.

10. Accessories Mahal…

Yang ini jangan tanya deh. Masa cuma cover doang harganya lebih mahal daripada mouse optic untuk PC sih? Udah gitu ada tuh aksesoris khas Mac yang paling menyebalkan. Mighy mouse yang tidak se-mighty yang kita kira. Apanya yang mighty kalau cuman punya 1 tombol. Wah, mana klik kanannya? Mau beli aksesoris tambahan? Siap-siap deh ngerogoh dalam-dalam dompet kamu.

0 comments:

Post a Comment

 

Everything at once Copyright © 2012-2013 | Powered by Blogger